Minggu, 20 Oktober 2019

PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN SDM



    A.    Pengertian Manajemen
Secara umum, pengertian manajemen merupakan suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan. Bisa juga diartikan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang sistematis agar dapat memahami mengapa dan bagaimana manusia saling bekerja sama agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain maupun golongan tertentu dan masyarakat luas.
Secara etimologis, pengertian manajemen merupakan seni untuk melaksanakan dan mengatur. Manajemen ini juga dilihat sebagai ilmu yang mengajarkan proses mendapatkan tujuan dalam organisasi, sebagai usaha bersama dengan beberapa orang dalam organisasi tersebut. Sehingga, ada orang yang merumuskan dan melaksanakan tindakan manajemen yang disebut dengan manajer.

    B.     Fungsi Manajemen
1.      Perencanaan (planning)
Pernecanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. 
2.      Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3.      Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha agar dapat mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
4.      Fungsi Pengendalian / Controling
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.


   C.    Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Pengertian sumber daya manusia makro secara umum terdiri dari dua yaitu SDM makro yaitu jumlah penduduk dalam usia produktif yang ada di sebuah wilayah, dan SDM mikro dalam arti sempit yaitu individu yang bekerja pada sebuah institusi atau perusahaan.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain.
D.    Fungsi – Fungsi Operasional SDM
a.      Pengadaan SDM
Dilakukan dengan tujuan untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Di dalamnya meliputi :
a.       Analisis pekerjaan → Penentuan kebutuhan tenaga kerja baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
b.      Penarikan / perekrutan calon tenaga kerja (recruitment) → Menarik sebanyak mungkin calon-calon tenaga kerja yang memenuhi pernyaratan yang dibutuhkan dari sumber-sumber tenaga kerja yang tersedia.
c.       Seleksi tenaga kerja (selection) → Merupakan proses pemilihan tenaga kerja dari sejumlah calon tenaga kerja yang dikumpulkan melalui proses recruitment.
d.      Penempatan (placement) → Penempatan tenaga kerja yang terpilih pada jabatan yang ditentukan.
e.       Pembekalan (orientation) → dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada tenaga kerja terpilih tentang deskripsi jabatan, kondisi kerja, dan peraturan organisasi.

b.      Pengembangan (Development)
Bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan SDM yang telah dimiliki, sehingga tidak akan tertinggal oleh perkembangan organisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.      Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development) → meningkatkan dan mengembangkan kemampuan SDM yang telah dimiliki, sehingga tidak akan tertinggal oleh perkembangan organisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.       Pengembangan Karir (Career  Development) → Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.

c.       Pemeliharaan (maintenance)
            Bertujuan untuk memelihara keutuhan sumber daya manusia yang dimiliki. Wujudnya berupa rasa betah dan mempunyai kemauan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya pada organisasi.
1.      Promosi & pemindahan → Sebuah proses dimana seseorang dapat memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan diatasnya Model perekrutan internal.
2.      Penilaian Prestasi Kerja → sebuah penilaian kinerja sebuah karyawan atas berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.
3.      Kompensasi Jabatan (job compensation) → Usaha pemberian balas jasa atas prestasi yang telah diberikan oleh tenaga kerja.
4.      Kepuasan kerja / Integrasi (integration) → Menciptakan kondisi integrsi atau persamaan kepentingan antar tenaga kerja dengan organisasi yang menyangkut masalah motivasi, kepemimpinan, komunikasi, konflik dan konselling.
5.      Hubungan Perburuhan / berserikat (Labour Relation) → Pembahasan masalah perjanjian kerja perjanjian perburuhan,kesempatan kerja bersama, sampai penyelasaian perselisihan perburuhan
6.      Pemisahan / Pemutusan Hubungan kerja (Separation) → Menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja.
            Jadi lingkup MSDM mencakup kegiatan-kegiatan seperti yang terurai di atas. Keterlibatan pekerja dalam kegiatan-kegiatan seperti itu dirasakan sangat penting. Oleh karena itu para manajer harus berusaha mengintegrasikan kepentingan dari para pekerja dengan kepentingan dari para pekerja secara keseluruhan.

d.      Variabel lain yang mempengaruhi keberhasilan organisasi
Dari uraian di atas dapat diketahui selain keadilan dalam mengelola SDM keberhasilan organisasi juga di pengaruhi oleh karakteristik organisasi, karakteristik pekerjaan, karakteristik individu, sikap dan perilaku karyawan, secara langsung maupun tidak langsung
1.      Karakteristik individu
2.      Karekteristik organisasi
3.      Karakteristik pekerjaan

    E.     Sikap Kerja
Manajemen Sumber Daya manusia. Didalam kamus bahasa Indonesia menjelaskan sikap adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pendirian (Wjs. Poerwadarminta,2002:944).
Sedangkan kerja adalah melakukan sesuatu (Wjs. Poerwadarminta, 2002:492). Menurut pengertian dari Agus Maulana, sikap kerja karyawan adalah cara kerja karyawan didalam mengkomunikasikan suasana karyawan kepada pimpinan ataupun perusahaan. Karyawan merasakan adanya kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Loyal adalah patuh, setia (Wjs. Poerwadarminta, 2002 : 609). Dari pengertian diatas, kesimpulannya adalah suatu kecenderungan karyawan untuk pindah ke perusahaan lain. Apabila karyawan bekerja pada suatu perusahaan, dan perusahaan tersebut telah memberikan fasilitas – fasilitas yang memadai dan diterima oleh karyawannya, maka kesetiaan karyawan terhadap perusahaan akan semakin besar, maka timbul dorongan yang menyebabkan karyawan melakukan pekerjaan menjadi lebih giat lagi. Fasilitas – fasilitas yang diterima oleh karyawan sehingga karyawan mau bekerja sebaik mungkin dan tetap loyal pada perusahaan, hendaknya perusahaan memberikan imbalan yang sesuai kepada karyawannya. Semua itu tergantung pada situasi dan kondisi perusahaan tersebut serta tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu perusahaan mengemukakan beberapa cara:
a. Gaji yang cukup
b. Memberikan kebutuhan rohani.
c. Sesekali perlu menciptakan suasana santai.
d. Menempatkan karyawan pada posisi yang tepat.
e. Memberikan kesempatan pada karyawan untuk maju.
f. Memperhatikan rasa aman untuk menghadapi masa depan.
g. Mengusahakan karyawan untuk mempunyai loyalitas.
h. Sesekali mengajak karyawan berunding.
i. Memberikan fasilitas yang menyenangkan.

Sebab – sebab turunnya loyalitas dan sikap kerja itu dikarenakan banyak sebab misalnya, upah yang mereka terima tidak sesuai dengan pekerjaannya, tidak cocoknya dengan gaya perilaku pemimpin, lingkungan kerja yang buruk dan sebagainya. Untuk memecahkan persoalan tersebut, maka perusahaan harus dapat menemukan penyebab dari turunnya loyalitas dan sikap kerja karyawan itu disebabkan pada prinsipnya turunnya loyalitas dan sikap kerja karyawan itu disebabkan oleh ketidakpuasan para karyawan. Adapun sumber ketidakpuasan bisa bersifat material dan non material yang bersifat material antara lain: rendahnya upah yang diterima, fasilitas minimum.
Sedangkan yang non material antara lain : penghargaan sebagai manusia, kebutuhan – kebutuhan yang berpartisipasi dan sebagainya (S. Alex Nitisemito, 1991:167).

    F.     Perilaku Karyawan
Berdasar  fitrahnya  setiap manusia  dilahirkan sebagai orang bersih. Dia ingin berbuat yang terbaik bagi dirinya dan juga untuk orang lain serta lingkungannya. Dalam prosesnya, disamping karena faktor diri sendiri (internal) maka faktor eksternal  sangat mempengaruhi pembentukan perilaku seseorang:  Ada manusia yang berperilaku baik dan ada yang buruk;  Ada yang rendah hati dan ada yang tinggi hati; Ada yang introvert dan ada yang ekstrovert. Begitu juga  dalam nuansa sebagai pekerja: Ada yang malas dan ada yang rajin; Ada yang produktif dan ada yang tidak produktif; Ada yang senang pada tantangan kerja dan ada yang menjauhi tantangan kerja; Ada yang memiliki ambisi pribadi yang kuat dan ada yang lemah. Pertanyaannya adalah mengapa  terjadi keragaman perilaku manusia khususnya di kalangan karyawan?           
Kenyataan empiris dan praktis menunjukkan bahwa perilaku seseorang, misalnya dalam pekerjaan yakni produktivitas kerja, dipengaruhi oleh faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik seperti digambarkan dalam formula persamaan berikut:
Y (perilaku) = f ( Xi, Xe ); ceteris paribus.
(1)     Unsur intrinsik (Xi) antara lain:
a)Tingkat pendidikan
b)Tingkat pengetahuan
c) Tingkat ketrampilan
d)Sikap-motivasi terhadap kerja
e)Tingkat pengalaman kerja

 (2) Unsur ekstrinsik (Xe), antara lain mencakup unsur:
a) Lingkungan keluarga
b) Lingkungan sosial-budaya
c) Lingkungan  ekonomi
d) Lingkungan belajar
e) Lingkungan kerja termasuk budaya kerja
f)Teknologi

    G.    Semangat Kerja
Hasley (2001) menyatakan bahwa semangat kerja atau moral kerja itu adalah sikap kesediaan perasaan yang memungkinkan seorang karyawan untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak dan lebih tanpa menambah keletihan, yang menyebabkan karyawan dengan antusias ikut serta dalam kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha kelompok sekerjanya, dan membuat karyawan tidak mudah kena pengaruh dari luar, terutama dari orang-orang yang mendasarkan sasaran mereka itu atas tanggapan bahwa satu-satunya kepentingan pemimpin perusahaan itu terhadap dirinya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya darinya dan memberi sedikit mungkin.
Sedangkan Siswanto (2000, p.35), mendefinisikan semangat kerja sebagai keadaan psikologis seseorang. Semangat kerja dianggap sebagai keadaan psikologis yang baik bila semangat kerja tersebut menimbulkan kesenangan yang mendorong seseorang untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan.
Menurut Nitisemito (2002, p.56), definisi dari semangat kerja adalah kondisi seseorang yang menunjang dirinya untuk melakukan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik di dalam sebuah perusahaan.
Aspek-aspek Semangat Kerja
Aspek-aspek semangat kerja perlu untuk dipelajari karena aspek-aspek ini mengukur tinggi-rendahnya semangat kerja. Menurut Maier (1999, p.180), seseorang yang memiliki semangat kerja tinggi mempunyai alasan tersendiri untuk bekerja yaitu benar-benar menginginkannya. Hal ini mengakibatkan orang tersebut memiliki kegairahan kualitas bertahan dalam menghadapi kesulitan untuk melawan frustasi, dan untuk memiliki semangat berkelompok. Menurut Maier (1999, p.184), ada empat aspek yang menunjukkan seseorang mempunyai semangat kerja yang tinggi, yaitu:
a.Kegairahan
Seseorang yang memiliki kegairahan dalam bekerja berarti juga memiliki motivasi dan dorongan bekerja. Motivasi tersebut akan terbentuk bila seseorang memiliki keinginan atau minat dalam mengerjakan pekerjaannya. Seseorang akan dikatakan memiliki semangat kerja buruk apabila lebih mementingkan
gaji daripada bekerja.
b. Kekuatan untuk melawan frustasi
Aspek ini menunjukkan adanya kekuatan seseorang untuk selalu konstruktif walaupun sedang mengalami kegagalan yang ditemuinya dalam bekerja. Seseorang yang memiliki semangat kerja yang tinggi tentunya tidak akan memilih sikap yang pesimis apabila menemui kesulitan dalam pekerjaannya.
c. Kualitas untuk bertahan
Aspek ini tidak langsung menyatakan seseorang yang mempunyai semangat kerja yang tinggi maka tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesukaran-kesukaran di dalam pekerjaannya. Ini berarti adanya ketekunan dan keyakinan penuh dalam dirinya.
d.  Semangat kelompok
Semangat kelompok menggambarkan hubungan antar karyawan. Dengan adanya semangat kerja maka karyawan akan saling bekerja sama, tolong-menolong, dan tidak saling bersaing untuk menjatuhkan. Semangat kerja menunjukkan adanya kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain agar orang lain dapat mencapai tujuan bersama.

Sumber : 


Senin, 03 Juni 2019

Task English Business 2 - Essay about money is bad or good

Does Money Make Happiness?

Nowadays, people usually depend on money. They use the money to buy something, to make a deal with someone, or anything else if they want to. Money is primarily a medium of exchange or means of exchange. It is a way for a person to trade what he has for what he wants. But, do you really thinking the function of money is useful as they function? What if you use it to buy some drugs, or buying illegal stuff, do you still thinking to have much money is a good choice? I think money can make you satisfied for that time, not for a long time. There is no proof if money can make you happy for a long time.
One and the only reason is that money is not everything. Money can’t buy your own happiness. For example,  people who have big salaries in their job. They think they can buy anything. They feel satisfied with what they can buy. They forgot about be grateful then they think that money is not enough. They want more. But when we look back to our childhood, we had much love and happiness from our parent and our friend. We weren't thinking about money as long as we can play with our family or friend.
In brief, What really affects our happiness more than how much money we have or make is our attitude toward money and the way that we handle it. Its good to have much money, but better to be grateful and manage your money well. So why don’t you try to be grateful in every way? Let's say “I will grateful for my own money from now and later”. Adios.

Jumat, 16 November 2018

Bahasa Inggris Bisnis - A Narrative Essay


COMPLAIN A BAD SERVICE AND BROKEN PRODUCT IN A BOUTIQUE



For the last few days the Venice Summer Boutique store has received several complaints from customers, some customers have complained about clothing and services. From the boutique store, such as easy to loose buttons and poor service from the store’s employees. On Thursday the boutique customers service store received a phone call from a reguler customer who wanted to complain.
            Kriinggg!! customer service received a call “Hello is there a Venice Summer Boutique store, can i help you?” Mrs.  Arin “I am VIP customers from this store, I want to complain about the clothes that I just bought, why the buttons are so easy to come off even though i just bought the clothes yesterday, so how come sir?”. Customer service “we will follow up your complain in three days, we will give the news to Mrs. Arin, please wait ma’am?”. Mrs. Arin “OK”. Customer service “ok mom, we will follow up for the complaint, thank you for you complaint, in three days, we will give news to Mrs. Arin. Please wait ma’am...”. Mrs. Arin “OK”
            After three days, the client hasn’t heard any information about her complain yesterday  from the boutique, finally the client feels furious and calls the boutique again. And he said he was very disappointed and mad with the boutique service. Then, the client also said that the services in the boutique was very bad. The client threatened the boutique by saying that if there was no follow up in two days he would give a bad review and would not recommend the boutique to her relations. Customer services immediately apologized to the client and promised to immediately follow up on the case.


After getting complaints from one of the VIP Clients yesterday, some employees gathered to talk when lunch break, and customer service talked about what happened to him at the time  custumer services says, ” I got a loud complain from VIP customer yesterday, and he threatened to give a bad review. What should I do ?” So other employee says “ Be patient, I’m sure is actually not entirely the fault of our boutique, it  might be a mistake from the factory and the tailor. Besides, we have selected which clothes to sell, and I’m pretty sure it’s not our bad service, but the client we’ve been too emotional and finally say bad words to you. And then other employee also says ” yeah, right what was said earlier, that our service is good, because last week I just serve that customer and I’m sure my service to her is good, and others approved it. Even all the employes gave a spirit to the customer service and then they continue the conversation about the customer complaints until lunch break office is over.


After receiving a number of complaints from customers and it turns out that one of the customers reports directly to the manager. Finally the manager takes the decision to hold a joint meeting on Thursday and wants to discuss the customer complaint that has now reached to his ear.  Arriving on Thursday, the meeting was held and the manager began to open the meeting by first greeting.
The manager asked this to the customer service and said "I got a complaint from a VIP customer, if he was disappointed with the service he got from our shop. Is that true? and can anyone explain it?" Then the customer service replied "Yes, right sir, I made a mistake. I have forgotten to give news or information to the VIP customer, and finally the customer feels furious about the item he bought, expecially the buttons that so fast to broken off and the manufacturing process is not neat, and so the service of employees who are not satisfying customers ".
Then the manager asked again and said "Why did this happen? Even though during the past month customer review was still fine and nobody complained like now".
And finally one of the employees in the production department admitted that he was wrong when sorting out the clothes that came from the factory and had passed some clothes to sort out which clothes were suitable for trading and which ones had not.
After the manager know the problem, Manager going straight to the core of the discussion by asking the best solution to resolve complaints from several customers. Furthermore, some employees gave advice that our boutique give refund by 50% without replacement items. But some other employees feel disagree because it is not worth it with the disappointment felt by the VIP customers. After a long discussion, everyone finally agreed that the solution to be carried out was to invite the customers back to our store and apologize directly and also give compensate to the customer in the form of clothes that they had been bought with damaged conditions to be replaced with new clothes. Which of course the materials of the clothes is much better than before.


This Naration Made by :
      1.      Ahmad Naufal (20216388)
      2.      Arinda Saputri (21216075) 
      3.      Daffa Pratama Putra (21216663)
      4.      Naufal Fauzi Osana (25216346)
      5.      Sahira Almas Tovani (26216766)
      6.      Sri Emenita Tarigan (27216137)

Sabtu, 29 September 2018

Bahasa Inggris Bisnis - Business Letter (Packing Letter)


      1.      Make 1 Business Letter (Packing Letter)

Ace Hardware Indonesia
Jl. Margonda Raya No.166, RT.03/RW.08 Kemiri Muka, Beji, Depok, 16423
Telephone (021) 7773883

                                                                                                       Depok, September 28th 2018
Your Ref         : PO-2308
Our Ref           : INC-2509
Multimed Company
14 East Pejaten
South Jakarta, 12740

Attention : Mr. Anwar
Dear Sir,
Thank you for buying our products. We want to confirm that your orders have been sending to your office. It takes approximately 3 days to get to your office. These are list of your product :

PACKING LIST
Buyer :                                                                                              
Multimed Company
14 East Pejaten
South Jakarta, 12740
PIC : Mr. Anwar
No
Description of Gods
Quantity
Price
Pcs
Set
1
Table
10

2.150.000
2
Chair
50

6.250.000
3
Sofa

15
1.500.000
Description :
-          60 Pcs = 60 Boxes
-          15 Set in 3 Packages
Total Packing = 60 Boxes + 3 Packages of Furniture

Thank you for trusting us. if  you need us, please contact us.

Best regards,

Sahira At 
Ace Hardware Indonesia


      2.      Explain about Packing Letter
This Packing letter is made to inform the customer that the product have been sending to their office company and will be arrived to their office around 3 days. This letter is address to Mr. Anwar.

(Surat packing ini dibuat untuk member informasi kepada pelanggan bahwa produk yang mereka beli dalam  masa pengiriman ke kantor mereka dan akan sampai sekitar 3 hari lagi. Dan di surat ini dialamatkan kepara Bapak Anwar.)


      3.      Explain the importance of the letter
I choose this type of letter because I want to tell and describe how to make a packing letter. This letter is purpose to report the packing list have been sending, and reminder to the company that their company has bought the product, and I add the packing list to the letter to confirm the product that their company bought was correct.

(Saya memilih tipe surat ini karena saya ingin menjelaskan dan member tahu bagaimana cara membuat Packing Letter. Surat ini bertujuan untuk melaporkan bahwa produk yang ada di dalam packing list sudah dalam masa pengiriman, dan mengingatkan kepada perusahaan tersebut bahwa mereka telah membeli produk tersebut kepada Ace Hardware. Dan saya menambahkan packing list didalam surat untuk memastikan bahwa produk yang di pesan oleh perusahaan tersebut sudah benar.)



Nama
  : Sahira Almas Tovani
NPM    : 26216766
Kelas    : 3EB08